Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

BHAYANGKARA POST

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:38

5043 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,  Di tengah belantara informasi digital yang kerap bising oleh rumor, hoaks, dan judul-judul bombastis (clickbait), publik merindukan sosok pers yang tidak sekadar mengejar kecepatan, tetapi mengutamakan kebenaran. Wartawan, pada hakikatnya, bukan sekadar perekam peristiwa, melainkan benteng pertahanan terakhir bagi kebenaran publik.

​Di era di mana setiap orang bisa menjadi “pemberita” lewat media sosial, peran jurnalis profesional justru menjadi semakin krusial. Wartawan dituntut tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga kokoh memegang nilai-nilai kemanusiaan: menjadi penolong yang bijaksana, profesional, dan kembali disayangi oleh masyarakat.

*​Menolong Lewat Akurasi, Bukan Sensasi*

​Menanggapi fenomena pergeseran peran media hari ini, praktisi dan pengamat media, Eric Vr, menegaskan bahwa fungsi “menolong” yang melekat pada profesi wartawan kini telah bertransformasi. Di era digital, menolong masyarakat berarti menyelamatkan mereka dari tsunami disinformasi.

​”Menjadi penolong di era digital bukan lagi sekadar menulis penderitaan orang lain untuk memicu simpati. Menolong yang paling autentik saat ini adalah dengan menyajikan kebenaran yang terverifikasi,” ujar Eric Vr saat diwawancarai pada Rabu (15/7).

​”Ketika masyarakat kebingungan membedakan fakta dan rekayasa di media sosial, di situlah wartawan hadir sebagai penolong dengan memberikan kepastian informasi yang jernih dan objektif.”

​Menurut Eric, kebijaksanaan seorang jurnalis diuji ketika mereka dihadapkan pada godaan kecepatan internet. Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Pasal 1 dengan tegas mengamanatkan jurnalis untuk menghasilkan berita yang akurat dan berimbang.

​”Kecepatan tanpa akurasi adalah bencana bagi jurnalisme. Wartawan yang bijaksana tidak akan mengorbankan kebenaran demi menjadi yang pertama mengunggah berita. Lebih baik terlambat beberapa menit tetapi menyajikan kebenaran utuh, daripada cepat namun menyebarkan kepalsuan,” tambah Eric tajam.

​Kepercayaan publik terhadap media arus utama sempat diuji oleh maraknya jurnalisme umpan klik (clickbait) yang kerap mengabaikan empati demi mendulang rupiah dari iklan digital. Fenomena ini perlahan mengikis rasa sayang masyarakat terhadap profesi yang dulu dianggap sangat terhormat ini.

​Eric Vr mengingatkan bahwa untuk merebut kembali hati masyarakat, pers harus kembali ke khitah profesionalismenya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

​”Masyarakat akan menyayangi wartawan yang berdiri bersama mereka. Ketika wartawan berani menyuarakan keadilan, membongkar penyalahgunaan kekuasaan, dan membela hak-hak publik dengan cara yang profesional dan santun, di situlah rasa hormat dan cinta dari masyarakat akan kembali tumbuh secara alami,” jelas Eric.

​Profesionalisme di era modern, menurutnya, adalah perpaduan antara penguasaan teknologi multimedia dan kepatuhan mutlak pada etika. Wartawan digital wajib menguasai berbagai platform penyiaran, namun kompas moralnya harus tetap merujuk pada KEJ.

*​Menolak Tunduk pada Algoritma*

​Tantangan terbesar pers hari ini adalah tekanan algoritma media sosial yang sering kali mendikte ruang redaksi untuk memproduksi konten-konten dangkal yang sensasional.

​Menutup pandangannya, Eric Vr memberikan catatan kritis sekaligus reflektif bagi para jurnalis generasi baru.

​”Teknologi dan algoritma hanyalah alat, mereka tidak punya hati nurani. Wartawan punya. Jangan biarkan algoritma mendikte moralitas pemberitaan kita. Wartawan profesional adalah mereka yang menggunakan teknologi untuk memperluas jangkauan kebenaran, bukan untuk melipatgandakan kesesatan,” pungkas Eric Vr menutup perbincangan.

​Dengan komitmen etis yang kuat, jurnalisme era digital tidak akan kehilangan arah. Wartawan akan tetap tegak berdiri sebagai penolong yang bijaksana, profesional yang disegani, dan pada akhirnya, kembali menjadi profesi yang sangat disayangi oleh masyarakat.

(Red)

Berita Terkait

Aktivis Nasional Soroti Narasi Budi Arie dan Judi Online: Publik Harus Berpegang pada Fakta Hukum
Tolak Penggiringan Opini, Pengamat : Sikap Budi Arie Tetap Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran*
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!
Kombes Reza Chairul Masuk Kandidat Komandan Upacara HUT ke-81 RI, Aktivis Nasional: Bukti Kualitas Perwira Polri
SWI dan UMJ Teken MoA, 60 Wartawan Ditargetkan Ikuti UKW Tahun 2026
Sambut Hari Anak Nasional 2026, Menimipas Agus dan Dudung Abdurachman Peluk Harapan Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah
Sambut Hari Anak Nasional 2026, Menimipas Agus dan Dudung Abdurachman Peluk Harapan Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah
Fahd El Fouz Arafiq Pasang Badan untuk Bahlil: Siapa Pun yang Menyerang Ketum Golkar Akan Berhadapan dengan Ormas Golkar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:47

Asap Karhutla Jadi Peringatan Bersama, Kapolres Aceh Tenggara Imbau Warga Jaga Kesehatan dan Cegah Kebakaran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:56

Respons Cepat Informasi Warga, Sat Intelkam Polres Aceh Tenggara Amankan Lima Pria dalam Pengungkapan Peredaran Sabu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:07

Cegah Kejahatan Jalanan, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C di Sejumlah Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babul Rahmah Gencarkan Patroli Dialogis, Cegah Karhutla Sebelum Meluas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:19

Perkuat Pengawasan Perbatasan Aceh–Sumut, Polres Aceh Tenggara melalui Polsub Sektor Lawe Pakam Periksa Kendaraan dan Antisipasi Narkoba

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:35

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Bahaya Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:16

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:04

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian

Berita Terbaru