Bersama Warga, Kapolres AKBP Hyrowo Bangun Empat Jembatan Gantung Guna Pulihkan Mobilitas Desa

BHAYANGKARA POST

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:21

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Empat jembatan gantung dibangun di sejumlah desa di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, sebagai respons cepat pascabanjir bandang yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2025. Proyek ini digagas dan dikoordinasikan langsung oleh Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K., yang turut turun ke lapangan bersama jajarannya, bahu-membahu bersama masyarakat sebagai bentuk nyata empati dan kehadiran negara di tengah situasi darurat.

Kerusakan akses transportasi akibat banjir menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas sosial, pertanian, dan distribusi logistik. Menjawab hal tersebut, Kapolres memastikan percepatan pembangunan jembatan menjadi prioritas, dengan melibatkan anggota kepolisian dari berbagai satuan serta partisipasi aktif masyarakat setempat. “Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat. Apa yang dirasakan warga, itu juga menjadi tanggung jawab kami,” ungkap AKBP Hyrowo di sela-sela kegiatan pembangunan, di hadapan warga yang turut bergotong royong.

Pembangunan jembatan gantung pertama dilakukan di Desa Pungke Jaya, dipimpin oleh Kaurbinops Satreskrim Polres Gayo Lues, IPDA Muhammad Yoga Wiratama, S.Tr.IK. Akses ini sebelumnya rusak total akibat derasnya aliran banjir yang menyapu infrastruktur desa. Kerja sama antara masyarakat dan personel Satreskrim menjadi kunci dalam mempercepat proses pembangunan. Sementara itu, di Desa Jeret Onom, jembatan gantung dibangun dengan inisiatif Kanittipidkor Satreskrim, AIPDA Ilham Minaldi, S.H. Jembatan ini memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas pertanian warga yang merupakan sektor utama penopang kehidupan ekonomi desa.

Upaya serupa dilakukan di Desa Gumpang Lempuh, di mana proses pembangunan dipimpin oleh Kasatintelkam Polres Gayo Lues, AKP Jun Andri Saputra, S.H., dan Bripka TM Saputra, serta perkuatan dari personel BKO Brimob Polda Sumatera Selatan. Sinergi antara personel kepolisian dari berbagai satuan menjadi cerminan soliditas dan dedikasi jajaran Polres Gayo Lues dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Lebih lanjut, AKBP Hyrowo menyampaikan bahwa akan dibangun pula satu unit tambahan jembatan gantung di Desa Ramung Toa. Proyek ini akan dilaksanakan oleh personel gabungan sebagai tahap lanjutan guna memastikan seluruh jalur vital yang terdampak banjir dapat kembali difungsikan. Menurut Kapolres, pembangunan infrastruktur pascabencana bukan hanya tugas pemerintah daerah, melainkan juga tanggung jawab moral seluruh elemen, termasuk kepolisian.

Kehadiran dan keterlibatan langsung Kapolres di tengah-tengah warga tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap peran Polri sebagai pelayan, pelindung, sekaligus mitra yang tanggap dalam situasi krisis. Warga menyambut baik kepedulian tersebut. Apresiasi disampaikan secara hangat kepada Kapolres dan seluruh personel yang telah menunjukkan dedikasi dalam membangun kembali jembatan harapan bagi masyarakat Putri Betung.

Diharapkan, dengan selesainya pembangunan keempat jembatan gantung tersebut, mobilitas masyarakat dapat kembali normal, roda perekonomian desa pulih, dan ketahanan sosial masyarakat pascabencana semakin kuat. Aksi nyata jajaran Polres Gayo Lues di lapangan menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir dalam urusan penegakan hukum, tetapi juga sebagai pendorong pemulihan dan pembangunan pascabencana. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Peserta Seleksi Baitul Mal Kabupaten Gayo Lues Minta Pansel Buka Nilai Tes Secara Transparan
Propam Polres Gayo Lues Lakukan Pemeriksaan Kelengkapan dan Tes Urine Personel Polsek dan Pos Polisi
Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat
PT Hopson Beroperasi Lagi Meski Dibekukan, Masyarakat Pertanyakan Nyali Aparat Menjaga Wibawa Hukum
Di Tengah Larangan Resmi, PT Hopson Diduga Tetap Produksi dan Tinggalkan Ancaman Limbah bagi Warga
Pasca Pembekuan Resmi Pemerintah, Cerobong PT Rosin Masih Mengepul, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Pemerintah Aceh Diuji dalam Kasus PT Rosin, “Tidak Ada Negara di Atas Negara” Jadi Sorotan
Perubahan Nama Tak Cukup Menutup Masalah, PT Rosin Kembali Disorot Karena Dugaan Pelanggaran Berlapis

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:02

Kapolres Bireuen Ajak Mahasiswa Universitas Almuslim Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:01

Polresta Bandung Ikuti Penanaman Bawang Putih Serentak, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:35

Jelang HUT RI ke-81, Tim Resmob Sat Reskrim Polres Simalungun Gencarkan KRYD Cegah Geng Motor dan Balap Liar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:06

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama Keracunan Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:14

Dana BOS Pemeliharaan SMPN 2 Katapang Ratusan Juta per Tahun, Sejumlah Fasilitas Sekolah Justru Memprihatinkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:34

Prof Sutan Nasomal Menyambut Positif Giat Polres Pekalongan Kota Gelar Patroli Skala Besar Antisipasi Street Crime dan Balap Liar Saat Akhir Pekan

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:38

Tak Terima Dikaitkan Video Viral, Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh Ultimatum Dun Belanda: Buka Bukti atau Hadapi Jalur Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:02

Di Balik Gubuk Reot, Harapan Itu Kembali Menyala: GRIB Jaya Kota Medan Antar Dua Anak Kembali Bersekolah

Berita Terbaru