Menjaga Negara Hukum: Ketika Prosedur Menjadi Taruhan Utama

ISKANDAR ZULKARNAIN

Senin, 13 April 2026 - 08:17

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adv. Eko Puguh Prasetijo.S.H.,M.H.,CPM., CPCLE., CPArb.,CPL

 

JAWA TIMUR – Negara hukum tidak diukur dari seberapa keras ia bertindak, melainkan dari seberapa disiplin ia menahan diri.

Disiplin itu bernama rasio legis, legalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Dalam praktik, godaan terbesar penegakan hukum adalah mempercepat hasil dengan mengendurkan prosedur. Namun setiap kali prosedur dilonggarkan, hukum kehilangan kompasnya. Ia tidak lagi memimpin, melainkan mengikuti arus persepsi.

Delik pemerasan jabatan menuntut pembuktian yang ketat atas unsur “memaksa”. Tanpa itu, kita berisiko menyamakan tindakan yang berbeda dalam satu keranjang pidana.

Di sinilah rasio legis bekerja: membedakan, membatasi, dan mencegah perluasan delik secara serampangan.

Prinsip legalitas menempatkan negara pada batas yang jelas. Negara boleh kuat, tetapi tidak boleh melampaui hukum. Hak asasi manusia memastikan bahwa setiap proses menghormati martabat, tidak membentuk stigma prematur, dan memberi ruang pembelaan yang adil.

Kita juga perlu mengingat posisi hukum pidana sebagai ultimum remedium. Dalam perkara yang berakar pada kewenangan administratif, pengujian melalui mekanisme administrasi bukan formalitas—melainkan fondasi.

Melewati fondasi berarti mempertaruhkan bangunan.
Pada akhirnya, peradilan adalah ruang di mana rasionalitas hukum diuji.

Majelis hakim memegang mandat untuk menyaring: apakah perkara ini berdiri di atas dasar yang sah, atau cacat sejak awal.

Opini ini tidak bermaksud mendahului putusan. Ia adalah ajakan untuk kembali ke prinsip: bahwa hukum harus ditegakkan dengan benar, bukan sekadar cepat.

Jika prinsip dijaga, keadilan menemukan jalannya.
Jika prinsip ditinggalkan, keadilan hanya menjadi klaim.

Berita Terkait

Gagalkan Peredaran Sabu, Polsek Bosar Maligas Amankan Pria di Nagori Tiga Jadi
Gerak Cepat Resmob Polres Simalungun, Pelaku Curat di Sinaksak Diringkus Kurang dari Sepekan
Kaperwil Media Online Penuhi Panggilan Klarifikasi Polda Riau Sebagai Saksi
Buang Barang Bukti Saat Diinterogasi, Polsek Dolok Silau Ringkus Diduga Pengedar Sabu di Depan Gereja
Operasi Senyap Polsek Bosar Maligas: Tangkap Pengedar Narkotika dengan 19 Paket Ganja Siap Edar
Sinergi Jatanras Polres Simalungun dan Polsek Tanah Jawa, Bongkar Kasus Curat Rp258 Juta dalam 7 Hari
Keluarga Desak Polres Langkat Mengungkap Kematian Sungguh Satria Aritonang Secara Transparan, Profesional, dan Berkeadilan
Dramatis! Pengejaran Wanita Gembong Sabu di Sei Torop, Anggota Polsek Bosar Maligas Terluka Tertusuk Duri Sawit demi Berantas Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:35

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Bahaya Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:16

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:04

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:14

Polisi Bersama Masyarakat, Strong Point Pagi Polres Aceh Tenggara Hadirkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:18

Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babul Rahmah Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Cegah Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:52

Polisi Bersama Masyarakat, Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:11

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pria Diamankan di Lawe Sigala-gala

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:44

Polantas Aceh Hadir di Malam Hari, Satlantas Polres Aceh Tenggara Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas

Berita Terbaru